KORPS ALUMNI HMI

kahmitrenggalek

KAHMI Trenggalek Berpolitik Moral, Bukan Politik Praktis

 


KAHMITRENGGALEK. Malam ini di Rumah Makan Mekarsari, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Trenggalek dan Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) mengadakan  Silaturahmi. Ahmad Sanusi yang juga Kordinator  presidium hadir pada acara itu.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, MD KAHMI Trenggalek  mengeluarkan statemen dan pokok-pokok pikirannya untuk Trenggalek.

Berikut pernyataan KAHMI lewat Koordinator Presidium Ahmad Sanusi, M.PdI.

Dalam mensikapi pemilihan bupati dan wakil Bupati Trenggalek tahun 2020, Alumni HMI sudah secara profesional melaksanakan misi-misi Kahmi dilingkungan pekerjaannya. Alumni HMI berada dimana-mana dan bersikap tidak kamana-mana dalam pemilihan bupati dan wakil bupati trenggalek tahun 2020. 

Anggota KAHMI yang tersebar di seluruh Trenggalek, warna warni bidang keahlian, profesi, dan afiliasi politik serta organisasinya. Kekuatan yang mengikat alumni HMI adalah kesamaan nilai Islam sebagai pedoman hidup.

Menurut Ahmad Sanusi, seluruh alumni Trenggalek sudah cerdas dalam memilih, memilah dan mampu memposisikan diri.

KAHMI tidak akan terlibat dalam politik praktik seperti mendukung pasangan calon, bukan, itu bukan misi Kahmi. Terlebih ikut dalam deklarasi mengusung dan mendukung calon Bupati. KAHMI Trenggalek sebagai organisasi kekeluargaan harus tetap menjaga ukhuwah antar umat dan bangsa.

“Alumni HMI (KAHMI) adalah organisasi kekeluargaan atau wadah paguyuban alumni HMI, para cendekia yang bersifat independen. KAHMI ada karena adanya HMI. Oleh karena itu, sebagai organisasi kekeluargaan, penting bagi KAHMI untuk saling memperkuat ukhuwah Islamiyah, senantiasa menjaga tali silaturahmi,” kata Ahmad Sanusi

KAHMI tidak mengambil posisi bukan berarti tidak berarti bermanfaat, kahmi akan terus berkontribusi untuk masyarakat Trenggalek.

Menurut ahmad sanusi, tidak usah berlebihan mensikapi pilkada, karena hanya sementara. Semua wajib menjaga kerukunan, kestabilan dan silaturahmi.

Sekecil apapun dengan silaturahmi bisa digunakan untuk kebaikan bersama.

Kahmi tidak perlu mendatangkan calon bupati dan wakil bupati, sebab ranah Kahmi adalah menjaga persatuan dan kesatuan umat dan bangsa. Dan selalu menjaga kerukunan. Guna menjaga keutuhan dan suasana pemilihan bupati yang kondusif, beliau berpesan, pertama, jangan mengunggah status yang bernada hoak dan SARA dalam pemilihan bupati tahun 2020. Kedua, Semua berbuat sesuatu dalam ikut menanggulangi menjalarnya covid 19 dari diri sendiri dan keluarga.

Dikatakan, independensi KAHMI membuatnya tidak memihak salah satu partai, organisasi keagamaan, atau organisasi lain manapun. KAHMI tidak berpolitik praktis. Meskipun demikian, tidak berarti KAHMI buta politik.

Sebagai warga negara dan insan cendekia, KAHMI Trenggalek memiliki kewajiban untuk turut membangun bangsa dan negara serta daerah Trenggalek.  KAHMI berkewajiban untuk menjaga dan merawat NKRI. Sebagai Muslim, KAHMI berkewajiban menegakkan amal makruf nahi munkar, termasuk dalam politik.

“Tetapi, politik KAHMI bukan politik praktis, melainkan politik moral yang menekankan pada nilai,” katanya.

Dalam hal ini KAHMI perlu mengambil peran untuk turut membantu bangsa dan negara mencari akar persoalan dan memberikan solusi konkritnya: apakah bangsa Indonesia sudah berubah menjadi bangsa yang intoleran, yang tak lagi menghargai sopan santun dan nilai-nilai agama, melupakan bahwa hidup didunia wajib memberikan manfaat bagi orang lain.

“Atau apakah fenomena ini merupakan letupan sublimasi dari kesenjangan sosial ekonomi yang dirasakan makin tinggi atau karena faktor lain? Lalu apa solusinya?” ujar Ahmad Sanusi.

Dengan soliditas yang kokoh dan kesepahaman tujuan yang didasarkan atas nilai-nilai Islam serta 5 insan cita HMI diharapkan terjalin sinergi yang kuat untuk turut melakukan perbaikan atas persoalan yang dihadapi bangsa dan negara.

“Sebagai organisasi alumni HMI, KAHMI memiliki tanggung jawab untuk turut melakukan pembinaan pada HMI. Karena kesinambungan dan masa depan KAHMI tergantung pada profesionalitas Anggota Kahmi” katanya lagi.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KAHMI Trenggalek Berpolitik Moral, Bukan Politik Praktis"

Posting Komentar